229 Views
Tips & Trick

SALAH JURUSAN ?

Ya, Sastra Jepang. Bermula dari cita-cita saya yang ingin menjadi seorang pramugari salah satu maskapai terbaik di dunia, apa daya saya gagal test. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk kuliah dulu sesuai saran dari teman saya yang kebetulan seorang pramugari. Selain bercita-cita ingin menjadi seorang pramugari saya juga sangat menyukai bahasa sejak SD berawal dari bahasa inggris, selalu ada saat-saat dimana saya sangat senang berangkat sekolah kalau ada mata pelajaran bahasa tersebut. Ketika SMP saya mulai senang dengan puisi, cerpen, pantun sampai akhirnya saya menyukai salah satu dunia yang dimana dunia itu tenang, dan maunya tak ada 1 pun yang mengganggu yaitu “Dunia Baca” sampai akhirnya di SMA saya benar-benar menyukai menulis seperti contoh, saat saya tidak menyukai Guru Kimia saya dan Guru Matematika saya, sampai saat ini saya memutuskan untuk menetap di Jurusan yang saya pilih yaitu Sastra Jepang karena saya ingin belajar banyak hal. Ya, banyak hal.

Apa itu Sastra Jepang ?

Sama halnya dengan program studi sastra yang lain, prodi Sastra Jepang mengajak kamu untuk memahami isi, ciri artistik, estetika, keaslian, serta keindahan isi dalam teks atau tulisan karya sastra jepang. Kamu akan mempelajari berbagai karya tulis baik dalam bentuk novel, naskah drama, atau puisi. Tantangan dari sastra Jepang adalah kamu harus mempelajari materi linguistik, tata tulisan surat, kebudayaan Jepang, dan tentu saja menulis menggunakan huruf kanji.

Kenapa memilih Jurusan ini tentunya ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari sana yaitu Unsur-unsur Budaya Jepang seperti Manga, Anime, dan Harajuku dan masih banyak lagi.

Prospek kerja lulusan Sastra Jepang ?

Prospek kerja dari program studi ini sesungguhnya nggak hanya terbatas pada penerjemah maupun ahli bahasa, tapi juga bisa bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang. Investasi Jepang di Indonesia lagi gede banget, lho, jadi peluang kerja lulusan Sastra Jepang pun semakin terbuka lebar. Selain itu bisa juga bekerja di Negaranya.

Sesungguhnya jurusan saat ini tidak mengharuskan bekerja sesuai jurusan, dan tidak ada yang salah jurusan. Kenapa ? ada banyak yang pekerjaannya bertolak belakang dengan pekerjaannya salah satu contoh saya sendiri, Jurusan Sastra tapi saya bekerja sebagai Sales dan selama 3 tahun saya sangat mencintai pekerjaan saya, bahkan saya pun pernah jadi Barista. Bertolak belakang bukan ? dengan Jurusan saya. Semuanya bisa dilakukan berdasarkan kemauan. Setuju ?

Apakah untuk bisa bahasa Jepang perlu ke Jepang ? tidak juga karena dengan les bahasa jepang saja cukup asalkan benar-benar fokus.

Sekian dari saya, jika ada yang ingin ditanyakan dan jika ada yang kurang berkenan pada tulisan saya, silahkan tinggalkan komentar kamu dibawah ini.

Arigatou Gozaimasu! Jangan lupa tersenyum 🙂

2 Comments

Leave a Reply